Rabu, 28 Agustus 2013

Penjelasan tentang Bus dan Bus Speed


Billing Sistem : Sistem pencatatan besarnya jumlah pembayaran.

Binary File : Binary files (file biner) adalah non ASCII, non text filles dimana terdapat sejumlah kombinasi dari bit dapat terjadi hingga 8 bit karakter. File biner biasanya adalah file program yang bias dijalankan atau file yang dipergunakan dalam aplikasi software.

Bookmark : Sebuah program yang dipergunakan untuk menandai sesuatu. Misalnya menu yang terdapat di Word, untuk menandai kata-kata penting atau terjadinya kesalahan eja dalam teks yang kita ketik.

Booting : Sebuah perintah untuk mengulangi operasi sebuah komputer dari awal.

Browser : Aplikasi atau software untuk menjelajah internet atau membuka halaman Web.

Browsing : Aktivitas pencarian situs di Internet.

Bus : Jalur lintasan yang menghubungkan beberapa komponen di dalam sebuah motherboard.

Bus Speed : Kecepatan yang ditampilkan dalam MHz (Megahertz) yang menyatakan berapa cepat memory dan CPU dijalankan. Bus speed ‘resmi’ yang didukung oleh Intel hanyalah 66 dan 100. Akan tetapi beberapa bus speed lain didukung oleh para produsen motherboard, contohnya bus speed 75, 83, 103, 112, 124, 133, 153 dan lain-lain. Untuk menjalankan komputer pada bus speed yang tinggi dibutuhkan memory dengan kualitas yang tinggi. Bus speed biasanya menentukan pula kecepatan bus PCI dan AGP. Kecepatan standar bus PCI adalah 33 dan kecepatan bus standar AGP adalah 66 MHz. Kecepatan CPU ditentukan dengan kombinasi dari dari bus speed dan pengali (multiplier). Sebagai contoh, Intel P-III 450 dijalankan pada bus speed 100 MHz dan multiplier 4.5, sehingga menjadi 4.5 x 100 = 450 MHz.




Cabinet File : Sebuah format file dari Microsoft yang dipakai untuk menempatkan file-file kompresan pada distribution disks. Untuk melepaskan kompres dari file, dipergunakan program windows 95/98 extract yang dijalankan pada perintah berbasis DOS.

Cache : Cache memory adalah tipe RAM tercepat yang ada, dan digunakan oleh CPU, hard drive, dan beberapa komponen lainnya. Seperti halnya RAM, lebih banyak cache memory adalah lebih baik, akan tetapi biasanya cache pada CPU dan hard drive tidak dapat diupgrade menjadi lebih banyak. Contoh yang dapat dilihat misalnya adalah pada CPU Pentium II terdapat 512 KiloByte cache, dan pada hard drive IBM 9LZX SCSI terdapat 4 MegaBytes cache. Seperti halnya RAM, pada umumnya data akan dilewatkan dulu pada cache memory sebelum menuju komponen yang akan menggunakannya (misalnya CPU). Selain itu cache memory menyimpan pula sementara data untuk akses cepat. Kecepatan cache memory juga menjadi unsur yang penting. Sebagai contoh, CPU Pentium II memilki cache sebesar 12 k, dan CPU Celeron memiliki cache sebesar 128 k,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar